Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan!     

Diterbitkan 01 Oct 2025

Penandatanganan SPK PPPK TA 2024 Lingkup KSDAE

Sumatera Selatan, September 2025 — Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Kehutanan dan BKSDA Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun Anggaran 2024.

Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, terpusat di Ruang Auditorium Dr. Ir. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Sumatera Selatan, dan diikuti secara daring oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup KSDAE di seluruh Indonesia.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Seruan Rimba sebagai simbol semangat pengabdian untuk negeri dan konservasi. Selanjutnya, Kepala Biro SDM dan Organisasi menyampaikan laporan, disusul pembacaan Surat Keputusan PPPK Tahun Anggaran 2024 serta pembacaan Surat Perjanjian Kerja.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 29 Sep 2025

Mengenal Tumbuhan & Satwa Dilindungi Sumatera Selatan dan Sekitarnya

Sumatera Selatan, September 2025 — Kegiatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kali ini adalah Visit to School ke SDN Cempaka Putih 03 Pagi. Sekitar 300an siswa yang terdiri dari 15 kelas mengikuti kegiatan ini.

Ada 5 penyuluh dari Seksi Wilayah I dan 2 mahasiswa Pendidikan Masyarakat yang berkolaborasi untuk menyampaiakan informasi mengenai materi Tumbuhan dan Satwa Liar yang ada di Sumatera Selatan dan sekitarnya.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 27 Sep 2025

Pemantauan Bangau Bluwok Melalui Satellite Tracking di TWA Grojogan Sewu (Karanganyar)

Sumatera Selatan, September 2025 — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan terus berupaya menjaga kelestarian satwa liar, khususnya jenis yang berstatus dilindungi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pemantauan pergerakan bangau bluwok (Mycteria cinerea) melalui pemasangan satellite tracking pada tiga individu di TWA Grojogan Sewu (Karanganyar).

Bangau bluwok merupakan burung air berukuran besar yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama di kawasan pesisir dan lahan basah. Populasi satwa ini saat ini menghadapi tekanan yang cukup serius akibat degradasi habitat dan aktivitas manusia, sehingga ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 27 Sep 2025

Visit to School: Anak SDN Johar Baru 15 Belajar Menjaga Satwa & Tumbuhan Langka

Sumatera Selatan, September 2025 — BKSDA Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan edukasi konservasi melalui program Visit to School. Kali ini, kegiatan digelar di SDN Johar Baru 15, Sumatera Selatan Pusat, dengan tujuan mendekatkan anak-anak pada satwa liar dan tumbuhan langka yang menjadi kekayaan hayati Indonesia.

Sejak pagi, suasana sekolah terlihat meriah. Anak-anak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan tim BKSDA Sumatera Selatan. Agenda dimulai dengan perkenalan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan berbagai aktivitas yang dikemas secara menyenangkan dan interaktif.

Pengenalan Satwa dan Tumbuhan

Melalui storytelling satwa liar, siswa diajak mengenal satwa-satwa yang menjadi ikon konservasi, antara lain Harimau Sumatera, Kukang, Elang Jawa, dan Kura-kura Leher Panjang. Cerita-cerita ringan ini membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus menumbuhkan empati anak-anak terhadap satwa yang semakin terancam keberadaannya.

Selain itu, terdapat sesi pengenalan tumbuhan langka yang menyoroti pentingnya menjaga kekayaan flora Indonesia. Anak-anak belajar bahwa tumbuhan bukan hanya penopang kehidupan, tetapi juga bagian dari warisan alam yang harus dilindungi.


Baca Selengkapnya

Diterbitkan 26 Sep 2025

Cites & Indonesia: Bersama Melindungi Kekayaan Alam

Jika hutan gundul, siapkah kita menghadapi bencana tanpa henti?
Jika satwa penyerbuk hilang, siapkah kita melihat panen berkurang?
Inilah mengapa perlindungan satwa dan tumbuhan itu penting!
Bukan hanya aturan nasional, tapi juga komitmen dunia melalui CITES-agar kekayaan hayati tidak punah karena perdagangan berlebihan

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 22 Sep 2025

Penyu Sisik Terdampar di Pulau Sabira: Sinergi Masyarakat dan Pemerintah dalam Konservasi

Sumatera Selatan, September 2025 — Pada Jumat, 19 September 2025, seekor Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) ditemukan terdampar di lapangan sepak bola Pulau Sabira, Kepulauan Seribu. Diduga penyu tersebut baru saja bertelur dan kehilangan arah untuk kembali ke laut.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pelestarian satwa liar bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Warga Pulau Sabira menunjukkan kepedulian luar biasa dengan tidak memanfaatkan penyu untuk acara adat, dipelihara, maupun dikonsumsi. Sebaliknya, mereka segera mengarahkan penyu kembali ke laut, serta menyelamatkan telur-telurnya untuk ditetaskan di Rumah Penyu Pulau Sabira.

Balai KSDA Sumatera Selatan mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk nyata sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan satwa langka. Penyu Sisik, yang berstatus Critically Endangered (CR) menurut IUCN, merupakan bagian penting dari ekosistem laut dan indikator kesehatan lingkungan pesisir.


 

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 22 Sep 2025

Evakuasi dan Serah Terima Satwa Dilindungi di Sumatera Selatan Utara

Dari hasil Patroli Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang dilakukan tim Resort Sumatera Selatan Utara Balai KSDA Sumatera Selatan, sebagai upaya melakukan penyelamatan satwa liar dilindungi sesuai PermenLHK No.106 Tahun 2018.

Pada tanggal 22 September, BKSDA Sumatera Selatan menerima penyerahan

satwa yang dilindungi secara sukarela dari Kantor Walikota dan Suku Dinas Perhubungan Sumatera Selatan Utara.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 19 Sep 2025

Translokasi Satwa Satwa Menuju BKSDA Maluku

Pada Kamis, 18 September 2025, Balai KSDA Sumatera Selatan kembali membuktikan komitmen dalam menjaga kelestarian satwa liar dengan melaksanakan kegiatan translokasi satwa ke Balai KSDA Maluku.

Sebanyak 40 ekor kadal lidah biru (Tiliqua gigas) dan 9 ekor biawak Maluku (Varanus indicus) hasil penyerahan masyarakat dikembalikan ke habitat alaminya setelah sebelumnya menjalani perawatan sementara di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 19 Sep 2025

Di Balik Keheningan Hutan Mangrove Karanganyar, Tersembuyi Ancaman Yang Tak Kasat Mata

Hutan mangrove Karanganyar jadi tempat hidup bagi banyak satwa liar. Tapi sekarang, sampah plastik yang terbawa arus laut mulai mencemari kawasan ini. Sampah tersangkut di akar mangrove, merusak ekosistem, dan mengganggu keseimbangan alam.

Baca Selengkapnya

Diterbitkan 18 Sep 2025

Penyu Sisik, Si Penjaga Laut

Yuk kenalan dengan Penyu Sisik, Si Penjaga Laut! 

Penyu sisik (_Eretmochelys imbricata_) adalah satwa laut dilindungi yang berperan penting menjaga terumbu karang.

Pulau Sabira di Kepulauan Seribu menjadi habitat penting tempat penyu sisik bertelur.

Baca Selengkapnya