Selamat Datang di Website Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan!     

Diterbitkan 14 Sep 2025

Sumatera Selatan, September 2025 — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan melaksanakan rutinitas translokasi satwa liar sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Pada Minggu, 14 September 2025, BKSDA Sumatera Selatan melakukan translokasi satwa menuju Balai Taman Nasional Ujung Kulon.

Sebanyak 1 ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan 10 ekor ular sanca batik (Malayopython reticulatus) ditranslokasikan setelah sebelumnya menjalani perawatan dan pemeriksaan kesehatan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur. Seluruh satwa dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit sebelum dilepasliarkan.

Perjalanan Menuju Habitat Alami

Proses translokasi dilakukan melalui jalur darat dari Sumatera Selatan menuju kawasan Ujung Kulon, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan laut menggunakan kapal menuju Pulau Panaitan. Di pulau inilah satwa-satwa tersebut akhirnya dilepasliarkan ke habitat alaminya agar dapat kembali berperan dalam ekosistem.Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak, mulai dari tim medis, tim lapangan, hingga Balai Taman Nasional Ujung Kulon. BKSDA Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam memastikan kelancaran translokasi.

Harmoni Alam Nusantara

Translokasi ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah bersama masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan melestarikan satwa liar Indonesia. Dengan mengembalikan satwa ke habitat alaminya, diharapkan keberlangsungan keanekaragaman hayati dapat terjaga untuk generasi mendatang.

Mari bersama-sama menjaga harmoni alam nusantara demi masa depan yang lestari

Dokumentasi video bisa diakses pada tautan: https://www.instagram.com/reel/DOum5yFCWgI/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==