You are here

BKSDA Sumsel Gelar Diskusi Pengelolaan Kegiatan Wisata Alam Dalam Masa Pandemi COVID-19

Palembang, 19 Agustus 2020. Pandemi COVID-19 di Indonesia memberikan pengaruh pada semua lini, tak terkecuali sektor pariwisata alam dibawah pengelolaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hampir semua kawasan konservasi menutup sementara akses kunjungan kegiatan wisata alam dalam rangka mengantisipasi penyebaran COVID-19. Saat ini, secara bertahap telah diterapkan kebijakan reaktivasi wisata di kawasan konservasi dengan merujuk kondisi zona resiko di wilayah…

Selanjutnya

Peringati Hari Konservasi Alam Nasional 2020, BKSDA Sumatera Selatan Lakukan Aksi Bersama

Tanggal 10 Agustus diperingati setiap tahun sebagai Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN). Tahun ini, Balai KSDA Sumatera Selatan menyemarakkan peringatan HKAN melalui kegiatan aksi bersih kawasan konservasi dan penanaman bibit pohon. Kegiatan dilaksanakan di 3 (tiga) lokasi yaitu Taman Wisata Alam Punti Kayu, Hutan Suaka Alam Pusat Latihan Gajah Kelompok Hutan Isau-Isau, dan Suaka Margasatwa Gunung Raya. Selain itu, Balai…

Selanjutnya

Menguak Keindahan Alam TWA Gunung Permisan

Bangka, Agustus 2018 . Bagi pecinta wisata petualangan, menjelajahi hutan sambil mengamati ekosistem yang ada di dalamnya tentu menjadi aktivitas yang menyenangkan. Indonesia sebagai salah satu negara dengan kawasan hutan yang sangat luas dan menjadi habitat dari berbagai flora dan fauna langka, kerap menjadi salah satu tujuan wisata petualangan yang. Tak terkecuali hutan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Permisan yang…

Selanjutnya

Mengenal Ramin (Gonystylus spp)

Kayu ramin masuk dalam jenis pohon dilindungi yang tumbuh di hutan alam rawa. Di Indonesia, saat ini jenis kayu ramin hanya dapat dijumpai di kawasan hutan rawa Pulau Sumatera, Kepulauan Selat Karimata, dan Kalimantan.

Selanjutnya

CAGAR ALAM BUNGA MAS KIKIM,KAWASAN KONSERVASI YANG (NYARIS) TERLUPAKAN

Natuurmonument Bungamas KikimPada tahun 1919, Pemerintah Hindia Belanda menunjuk 55 (lima puluh lima) lokasi Natuurmonument. Salah satunya Bunga Mas Kikim yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Staatsblad Nomor 392 tanggal 11 Juli 1919 dengan luas 1 Ha. Natuurmonument kemudian dialihbahasakan dalam bahasa Indonesia menjadi Cagar Alam. Cagar Alam Bunga Mas Kikim menggunakan nama daerah Bunga Mas yang saat…

Selanjutnya