Menilik Keindahan Anggrek Endemis Sumatra

Sumatra merupakan salah satu hotspot jenis anggrek dunia, memiliki lebih dari 1100 jenis dan banyak diantaranya merupakan jenis anggrek endemis yang tumbuh dari dataran tinggi pegunungan dengan iklim dingin hingga dataran rendah dekat dengan pantai dengan iklim panas.

#sobatksda, kali ini kita akan mengeksplorasi dua jenis anggrek ikonis Sumatra Selatan, yaitu Paphiopedilum superbiens dan Vanda foetida. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) telah mengupayakan pencegahan kepunahan lokal melalui kegiatan PENYELAMATAN dan RILIS. BKSDA Sumsel bersama dengan masyarakat sekitar kawasan konservasi dan mitra kerjasama telah melakukan penyelamatan flora anggrek dan berhasil mengidentifikasi sebanyak 249 jenis dari 68 genus.

Paphiopedilum superbiens

Merupakan salah satu jenis anggrek langka endemis Sumatra yang dapat dijumpai di lanskap Provinsi Sumatra Selatan. Jenis ini memiliki keunikan bentuk bunga yang menyerupai sepatu atau kasut sehingga memiliki julukan anggrek kasut. Jenis ini juga memiliki keunikan pada daunnya yang bercorak seperti papan catur. Saat ini, anggrek Paphiopedilum superbiens termasuk dalam daftar status terancam (endangered) IUCN Redlist yang berarti anggrek ini sedang menghadapi resiko tinggi kepunahan di alam liar. Tidak hanya berstatus terancam bahkan anggrek ini berstatus Appendiks I CITES yang berarti anggrek jenis ini tidak bisa diperjual belikan secara bebas baik nasional maupun internasional kecuali dengan izin resmi dari pihak berwenang.

Vanda foetida

Merupakan jenis anggrek endemis dan hanya dijumpai di lanskap dataran tinggi Provinsi Sumatra Selatan. Jenis ini merupakan jenis anggrek vanda tercantik karena memiliki warna yang berbeda dari jenis vanda lainya yang berwarna coklat. Vanda foetida memiliki warna dasar putih dengan semburat warna merah muda dengan kelopak bunga membulat serta memiliki bau spesifik seperti sulfur. Jenis ini menyukai habitat yang dingin dengan sirkulasi udara baik serta menyukai matahari langsung.

Vanda foetida (SKW II, Lahat)

PENYELAMATAN merupakan solusi, menitikberatkan pada semua jenis flora, khususnya anggrek, pada area yang terdegradasi maupun area yang diprediksi akan hilang baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi. Hal ini merupakan tindakan krusial yang wajib dilakukan karena kita tidak dapat memprediksi kapan kawasan tersebut akan beralih fungsi.

RILIS merupakan tujuan akhir dari kegiatan penyelamatan yang dilakukan. Sebelum rilis, kita harus menentukan kandidat jenis yang akan dirilis, survei lokasi rilis dan monitoring flora pasca dirilis. Rilis dimaksudkan agar anggrek dapat berkembang biak secara alami di habitat yang baru guna menstabilkan populasi jenis anggrek di alam.

Sampai dengan saat ini, jenis anggrek yang telah berhasil dirilis adalah jenis Vanda foetida di Kawasan Suaka Margasatwa Isau-Isau. BKSDA Sumsel bekerjasama dengan masyarakat sekitar kawasan melakukan kegiatan pra rilis, yang sangat krusial adalah pemilihan lokasi rilis yang harus menyerupai lokasi anggrek tumbuh sebelumnya agar dapat meningkatkan tingkat keberhasilan anggrek untuk bertahan hidup.