BKSDA Sumsel memberikan Keterangan Ahli dalam kasus “Warga Palembang Jual kucing Hutan melalui Facebook” *

BKSDASUMSEL.ORG – Seorang warga Palembang, Giofani Mega Putri (23), dijatuhi vonis 2 tahun 6 bulan penjara, denda 100 juta subsider kurungan 4 bulan oleh Hakim Pengadilan Negeri Palembang, pada Rabu (17/2/2021).

Dalam pertimbangan putusan majelis hakim, “Hal-hal yang memberatkan terdakwa ialah bahwa perbuatan terdakwa melakukan pelanggaran memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup berupa 4 ekor satwa dilindungi, yaitu kucing kuwuk”, yang diperoleh berdasarkan saksi dan keterangan ahli. Sementara hal yang meringankan menurut majelis hakim bahwa terdakwa menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Sebelumnya, Giofani ditangkap pada Rabu (28/10/2020) dengan tempat perkara di Jalan Pangeran Subekti Rumah Susun Blok 44, dengan barang bukti empat ekor kucing kuwuk atau kucing hutan (Prionailurus bengalensis) dalam kondisi hidup.

Pada sidang, Kamis (28/1) di Pengadilan Negeri Palembang dengan agenda mendengarkan keterangan Ahli dari BKSDA Sumatera Selatan, Muhammad Andriansyah, S.H., M.H. secara virtual yang dipimpin hakim ketua Said Husein, menjelaskan jika kucing hutan dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Adapun negara sangat dirugikan atas perbuatan terdakwa, ada 10 faktor sebab satwa liar dilindungi sangat tidak dianjurkan/dilarang untuk dipelihara, Balai KSDA Sumatera Selatan mempunyai data terkait terdakwa dalam hal jual beli satwa liar di kota Palembang, terdakwa dapat dikenai sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 40 Ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a UU Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara dan denda 100 juta.

*M. Andriansyah, S.Hut., M.M. – Polisi Kehutanan Muda