TAMAN NASIONAL GUNUNG MARAS

Setelah pemekaran Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ditunjuk dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 357/Menhut-II/2004 tanggal 1 Oktober 2004 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seluas ± 657.510 Hektar sebagai kawasan Hutan dengan fungsi Hutan Konservasi (HK). Kemudian pada tanggal 27 Juli 2016 telah terbit Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK.576/Menlhk/Setjen/Pla.2/7/2016 tentang Penetapan Fungsi dalam fungsi pokok kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam sebagaimana kawasan hutan Taman Nasional Gunung Maras di kabupaten Bangka barat provinsi kepulauan Bangka belitung seluas 16.806,91 Ha

LETAK GEOGRAFIS DAN AKSESIBILITAS

            Gunung Maras sesungguhnya terdiri dari 3 (tiga) bukit yaitu : Bukit Maras itu sendiri terletak di Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka Barat dan Bukit Buih (Bukit Idat)  dan Bukit Tamban Tuleng di Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka. Taman Nasioanal Gunung Maras berbatasan dengan beberapa desa yaitu :

  • Sebelah Utara  berbatasan dengan Desa Lumut, Desa Pusuk, Desa  Riding Panjang.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Desa  Berbura dan Desa Bukit Layang.
  • Sebelah Barat  berbatasan dengan Desa Pangkaniur dan Desa Pusuk.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Dalil, Desa Tiang Tarah, dan Desa Mabat.

Keunikan kawasan ini terdiri dari beberapa tipe ekosistem yang menjadi satu kesatuan bentang alam yaitu ekosistem mangrove, ekosistem pegunungan, dan ekosistem dataran rendah. Taman Nasional Gunung Maras dapat ditempuh dari kota Pangkalpinang menuju Desa Dalil yang terdekat dengan jarak tempuh ± 90 Km atau waktu tempuh ± 1,5 jam perjalanan.

POTENSI KEANEKARAGAMAN HAYATI

            Potensi flora yang terdapat di TN Maras antara lain jenis meranti (Shorea sp), ketapang (Terminalia cattapa), bungur (Lagerstromia sp.), tumbuhan johar (Cassia siamea), pelawan air (Tristaniopisis whiteana Griff), pelawan sungon (Tristaniopisis obovata), pelawan merah (Tristaniopisis maingayi), medang (Phoebe sp.), Mahang (Macaranga sp.), kantong semar (Nepenthes sp.), dan berbagai jenis anggrek antara lainanggrek (Boulbuphilum), anggrek merpati (Dendrobium crumenatum).     

Potensi fauna antara lain trenggiiling (Manis javanica), kancil (Tragulus javanicus), musang (Paradoxurus hermaphroditus), ayam hutan (Gallus varius), biawak (Varanus sp.), lutung (Tracypithecus auratus), dan berbagai jenis ular.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.