You are here

SUAKA MARGASATWA DANGKU

Selanjutnya kawasan Hutan Dangku (Register 37) ini ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa dengan SK Menteri Kehutanan No.755/Kpts-II/1990 tanggal 17 Desember 1990 dengan luas 70.274 ha, yang kemudian diperbaharui dengan SK Menteri Kehutanan Nomor 866/Menhut-II/2014 tanggal 29 September 2014 yang berintikan perubahan luas kawasan SM Dangku menjadi 47.996,45 hektar.

POTENSI KEANEKARAGAMAN HAYATI
Secara umum ekosistem kawasan SM Dangku adalah tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah. Flora yang paling dominan adalah Famili Dipterocarpaceae yaitu Meranti (Shorea sp.), Pulai (Alstonia sp.), Durian (Durio sp.), Jelutung (Dyera sp.), Terentang (Campnospermae sp.). Jenis lain yang ada adalah Bayam-bayam (Raynaenedertil), Cempedak (Artocarpus teymanii), Kedondong hutan (Santinia longifolia), Kerlim (Scrodocarpus borneensis), Laban (Vitex pubescens), Ramin (Gonystilus bancanus), Mahang (Macaranga hyploenca), Nedangbau (Dahasia caesia), Merawan (Hopea gerrugenia), Manggeris (Kompassia spp.), Merbau (Histia palembanica), Perupuk (Lophopethalum baccarianum), Petai Hutan (Parkias peciosa), Rengas (Gluta renghas), Tembesu (Fragraea fragrans), Kompas (Pithecellepium splendens) sedangkan tumbuhan strata bawah yang banyak dijumpai adalah Rotan, Resak, Pandan dan semak belukar.


Berbagai jenis fauna yang teridentifikasi berada di dalam kawasan SM Dangku antara lain dari jenis mamalia, burung, serta herpetofauna, baik dilindungi maupun tidak dilindungi berdasarkan peraturan perundangan. Mamalia dari jenis dilindungi yang diketahui berada di dalam SM Dangku antara lain anjing hutan (Cuon alpinus), rusa sambar (Rusa unicolor), macan dahan (Neofelis nebulosa), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), kucing hutan (Prionailurus bengalensis), landak (Hystrix brachyura), trenggiling (Manis javanica), jelarang hitam (Ratufa bicolor), jelarang punggung putih (Ratufa bicolor spp.), tapir (Tapirus indicus), beruang madu (Helarctos malayanus), kijang (Muntiacus muntjak), napu (Tragulus napu), kancil (Tragulus kanchil), simpai (Presbytis melalophos), ungko (Hylobates agillis).


Beberapa jenis burung yang teridentifikasi di SM Dangku antara lain : ayam hutan (Gallus gallus), cucak (Chloropsis sp), burung rangkong (Boceros spp.), kacer (Copsychus saularis), julang jambul hitam (Aceros corrugatus), luntur putri (Harpactes duvaucellii), caladi batu (Meiglyptes tristis), raja udang (Halcyon tunebris), sempidan merah (Lophura erythophthalma), burung butbut (Centropus sinensis), burung madu (Aethopyga siparaja), cucak kuning (Pycnonotus melanicterus), burung enggang (Anthracoceros malayanus), burung kacamata (Zosterops palpebrosus), kirik biru (Merops viridis), burung betet (Psittaculata longicauda), pelatuk merah (Picus miniaceus), pijantung kampung (Arachnothera crassirostris), walik jambu (Ptilinopus jambu), punai lengguak (Treron curvirostra), siriwang (Terpsiphone paradisi), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), merbah corok (Pycnonotus simplex), cinenen kelabu (Orthotomus ruficeps), burung murai serta beberapa jenis burung predator seperti burung elang.


Jenis burung dilindungi yang berada di dalam kawasan SM Dangku antara lain alap-alap capung (Microhierax fringillarius), burung madu rimba (Hypogramma hypogrammicum), elang brontok (Nisaetu scirrhatus), elang tikus (Elanus caeruleus), elang ular bido ( Spilomischeela), Julang jambul hitam (Aceroscor rugatus), Kuau raja (Argusianus argus), luntur diard (Harpates diardii, pijantung besar (Arachnotherarobusta), sikep madu asia (Pernisptilo rhynchus), tiong emas (Gracula religiosa), udang api (Ceyxer ithacus).


Sementara herpetofauna yang berhasil diidentifikasi berada di dalam kawasan SM Dangku antara lain cicak batu, cicak terbang Sumatera, beberapa jenis katak, kodok, ular, kadal dan jenis kura-kura yang masuk dalam kategori Critically Endangered berdasarkan IUCN Red list yaitu tuntong (Batagur baska).

Related posts

Leave a Comment