You are here

Mengenal Ramin (Gonystylus spp)

Gonystylus spp yang nama perdagangannya ‘ramin’ termasuk dalam suku Thymelaeaceae yang keberadaannya di alam mulai langka. Upaya penyelamatan jenis ini dengan memasukkannya dalam Appendix II CITES.
Di Pulau Sumatera, jenis kayu ramin dijumpai di kawasan sebelah timur mulai dari Riau hingga Sumatera Selatan (Bangka dan Ogan Komering Ilir). Di pulau Kalimantan, kayu jenis ramin bisa dijumpai di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan sedikit di Kalimantan Timur.


Kayu jenis ramin telah lama dikenal sebagai penghasil produk kayu komersial dan memiliki harga jual yang cukup mahal sehingga digolongkan dalam kategori kayu indah. Penampakan fisik jenis ramin yang bertekstur halus membuat jenis ini cukup digemari di pasar kayu internasional. Harga jual dari produk jadi kayu ramin di pasar internasional saat ini telah mencapai US $ 1.000 per meter kubik. Tingginya harga jual dan besarnya kebutuhan pasar terhadap jenis kayu ini ternyata membuat maraknya kegiatan penebangan di kawasan hutan rawa gambut.

Produk yang dihasilkan umumnya berbentuk kayu olahan (sawn timber), produk setengah jadi (moulding, dowels) dan produk jadi (furniture, window blinds, snooker cues). Negara pengimpor jenis kayu ini antara lain Italia, Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, China, dan Inggris (Shofiana, 2012).
Untuk menunjang upaya konservasi ramin diperlukan kemampuan petugas lapangan serta para praktisi konservasi yang handal dalam hal identifikasi jenis. Pengalaman dalam berbagai survei lapangan menunjukkan bahwa seringkali terjadi salah identifikasi.

Hal ini terjadi dikarenakan kemiripan penampakan morfologis antara jenis ramin dengan jenis lainnya dari marga maupun suku yang berbeda.
Satu spesies yaitu Gonystylus bancanus sering melimpah sebagai spesies utama penyusun hutan rawa (gambut). Dengan ciri akar lutut, kulit batang cokelat kemerahan, beralur dangkal, retak dan bersisik.

Kulit dalam kuning kecoklatan. Sedangkan untuk ciri fisik daun adalah daun jorong, atau bundar telur sungsang, panjang 4 – 14, 5 cm, lebar 2 – 7 cm, pangkal membaji hingga membundar, ujung membundar dan melancip-berekor pendek, tebal, tepi bergelombang dan agak membalik ke belakang, gundul, tulang primer beralur dalam di permukaan atas. Pertulangan daun rapat, tidak tampak jelas. Tangkai daun panjang 0,8 – 1,8 cm.


Teknik sederhana untuk mengenali jenis Ramin di lapangan dapat dilihat dari ciri fisiknya, seperti :
1). Tekstur kulit berwarna coklat dengan beralur dangkal.
2). Daun, untuk di lapangan hal ini sangat sulit karena daun akan berada di tempat yang tinggi dan bila melihat atau mencari daun yang jatuh kemungkinan akan susah karena bercampur dengan daun dari tumbuhan lainnya.
3). Adanya akar yang keluar dari tanah berbentuk huruf U terbalik atau sering disebut akar lutut oleh warga lokal setempat.

M. Dedi Susanto

Related posts

Leave a Comment