You are here

CAGAR ALAM BUNGA MAS KIKIM,KAWASAN KONSERVASI YANG (NYARIS) TERLUPAKAN

Haruskah dihapus?
Jika merujuk pada laporan-laporan BKSDA Sumsel selama ini, Cagar Alam Bunga Mas Kikim memang sudah sepantasnya dihapus dari daftar kawasan konservasi. Namun yang perlu dikritisi adalah benarkah letak cagar alam seperti apa yang selama ini dipahami? Apakah benar alasan penetapannya karena di situ pernah terdapat tanaman kembang yang menyerupai emas? Jika jawabannya benar, maka Cagar Alam Bunga Mas Kikim memang layak untuk dihapus. Sebaliknya, jika jawabannya meragukan maka letak kawasan yang dipahami selama ini perlu dikaji ulang.

Situs Arkeologi di Bunga Mas Kikim
Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan di atas, timbul pemikiran untuk merekonstruksi ulang lokasi Cagar Alam Bunga Mas Kikim berdasarkan sumber informasi yang valid. Mengingat terbatasnya literatur yang ada, penelusuran informasi dilakukan dengan cara searching di internet serta wawancara dengan pihak terkait.
Informasi yang disajikan www. sumateraforest.com justru berbeda dengan yang selama ini dipahami BKSDA Sumsel, yaitu fungsi Cagar Alam Bunga Mas Kikim adalah untuk perlindungan kehidupan prasejarah. Seluruh tulisan yang didapat dari internet mengarah pada temuan situs arkeologi berupa workshop neolitikum di Lubuk Layang dekat Bunga Mas meski hanya kutipan singkat. Artikel dengan judul “Natuurreserves In Indie” mengungkapkan penemuan pecahan obsidian dan potongan tulang panjang di sebuah Gua tidak jauh dari Bunga Mas. Awalnya memang sulit diterima mengingat definisi Cagar Alam berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 bukanlah untuk perlindungan benda-benda arkeologi.
Indikasi yang kuat bahwa Cagar Alam Bunga Mas Kikim sebagai perlindungan kehidupan zaman pra sejarah tidak otomatis langsung diketahui letaknya. Diperlukan petunjuk detail untuk mengetahui posisinya. Dan petunjuk yang mengarah pada lokasi yang sebenarnya sudah tercantum di Staatsblad nomor 392 tahun 1919, namun karena menggunakan Bahasa Belanda, petunjuk tersebut sulit dipahami.
Menggunakan fasilitas translate.google.com isi Staatsblad kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan hasil kurang lebih sebagai berikut :
“Dalam Marga Bungamas, subdivisi Lematang Ulu, divisi Palembang suatu dataran tinggi dengan tiang-tiang kayu yang dibatasi dataran, terletak pada salah satu sisi jalan dari Lubuk Layang ke jalan raya dari Bungamas ke Tebingtinggi, jarak sekitar 630 meter dari bekas jalan raya, yang diukur sepanjang sisi jalan untuk pelaporan. Menentukan bahwa ini bagian dari daerah yang selanjutnya akan menyandang nama Natuur Monument Bungamas Kikim”
Walau terjemahannya tidak terlalu tepat, setidaknya ada dua petunjuk yang mengarah pada satu lokasi yaitu Lubuk Layang dan 630 meter dari jalan Bunga Mas ke Tebing Tinggi. Lubuk Layang merupakan salah satu desa di sebelah kota Bunga Mas. Kesimpulannya, Cagar Alam Bunga Mas Kikim merupakan situs arkeologi sebagai perlindungan peninggalan kehidupan zaman prasejarah yang terletak di dekat Lubuk Layang sekitar 630 meter dari jalan raya Bunga Mas ke Tebing Tinggi.

Yusmono S.Hut

Related posts

Leave a Comment